dagelan politik
Dengan tidak mengurangi rasa homat kepada Pak Amin Rais saya merasa sangat heran. Kapan para politisi kita membuang basa basi? walaupun orang jawa Pak Amin kan pernah lama di luar negeri, tapi kenapa ewuh pakewuh tetap dipakai di pentas politik. Apakah hal ini akan berakibat bagus terhadap pendidikan politik di tanah air?
Awalnya saya sangat apresiatif terhadap sikap Pak Amin yang terus terang mangakui menerima dana DKP. Saya berharap ini bukan trik tebar pesona seperti orang kebanyakan. Sebagai tokoh Nasional Pak Amin sepantasnya memberi contoh di setiap lini reformasi yang pernah ikut digagasnya. Apalah jadinya kalo tokoh-tokoh panutan sudah bersikap seperti ‘tentara’ yang diserang alergi saat ada komando ‘perang’. Sebenarnya permintaan maaf itu sangat dianjurkan dalam agama apapun. Tapi dalam permintaan maaf tentunya jangan sampai implisit ‘ngasorake drajad’ sendiri. Apalagi statement yang pernah diucapkan Pak Amin kan sifatnya umum, kenapa minta maafnya hanya kepada SBY?
Mestinya Pak Amin tidak gentar menghadapi tekanan dari pihak manapun, karena kalau kebenaran diungkap, jutaan rakyat Indonesia ada di belakang beliau tidak hanya PAN dan Muhammadiah. Sekali lagi harapan rakyat akan pupus dan akan lebih menjadi ‘apatis’ terhadap tokoh-tokoh Nasional.
Sekarang saatnya bangkit !!!!
Sekarang saatnya ……!!!!
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed