Archive for April, 2008
Ahmadiah di”Sesat”kan..???
Salam,…..
Baru-baru ini kita dihebohkan tentang “sesat”nya Ahmadiah. MUI memfatwakan bahwa aliran Ahmadiah ’sesat’.
Akhirnya polemik pun berkepanjangan, dan terjadi kekerasan. Pemerintah yang berusaha menjadi penengah tak kunjung memberi solusi.
Orang-orang yang ‘merasa suci’ pun akhirnya memanfaatkan momen ini untuk menjadi ‘Pahlawan’. Alih-alih memberi jalan keluar, tapi justru menebar provokasi dan teror terhadap pengikut Ahmadiah. Bahkan pemerintah juga ikut mereka hujat habis-habisan.
Dari peristiwa tersebut dapat kita ambil hikmah yang lebih mendalam, sambil kita tanya pada hati nurani dan logika kita. Sebenarnya siapakah yang sesungguhnya ’sesat’?
Sebagai seorang yang berusaha menjadi muslim yang benar (sekarang dalam pencarian), saya sangat prihatin dengan keadaan umat islam di negri ini. Seorang yang dianggap ulama dengan mudahnya menjadi provokator untuk menghancurkan sesamanya. MUI yang notabene menjadi panutan mestinya menjadi teladan dalam sikap maupun ucapan bagi umat islam secara keseluruhan. Atau jangan jangan benar kata ‘Gus Dur’ kalo MUI itu gak ada ulamanya? Seorang ulama mestinya sebagai ‘warasatul ambia’, dan setiap ucapan dan tindakannya selalu mencontoh Nabi Muhammad saw. Sungguh Rasulullah tak pernah mengajarkan kepada pengikutnya untuk berbuat brutal, kasar, dan provokatif. Peperangan hanya boleh dilakukan kalau kita dizalimi, itupun mestinya menjadi opsi terakhir kalo jalan lain tak bisa diambil.
Kembali pada kasus Ahmadiah, seharusnya kita bisa menahan diri denagan pertimbangan :
- Seandainya Ahmadiah benar-benar sesat, apa ruginya bagi kita yang tidak ikut aliran mereka?
- Kalaupun Sesat dan ingin mengingatkan, bukankah ada jalan dialog yang kondusif dan solutif.
- Apakah kita yakin ‘pemahaman’ keberagamaan kita memang yang paling benar, dan dibenarkan menghakimi orang lain?
- Apa tidak ada pekerjaan lain yang lebih bermanfaat bagi umat islam selain menebar kekerasan?
- Atau jangan-jangan kita sendiri yang ’sesat’ karena tidak mengikuti teladan Nabi kita yang santun, lemah lembut, penyayang, cinta damai, memikirkan umatnya dan sangat bagus akhlaknya.
- Atau kita sudah terpengaruh mu’awiyah dan anaknya yazid yang mengaku khalifah tapi membantai keluarga Nabi saw.
Coba kita tanya pada hati kita yang paling dalam, siapa sebenarnya yang sesat dan menyesatkan……?????
Wssalam….
2
8 comments April 30, 2008